LDII Ajak Warganya dan Masyarakat Raih 5 Sukses Ramadhan

linestv.id, Taliabu – Dewan Perwakilan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII ) Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, lakukan kegiatan program unggulan 5 sukses bulan Ramadhan.

Kegiatan tersebut merupakan arahan dari DPP LDII agar warga LDII fokus berupaya meraih 5 sukses Ramadhan yaitu Sukses Puasa. Sukses Tarawih atau Qiyaumi-lail. Sukses Tadarus Alqur’an. Sukses Lailatul Qodar di 10 malam terakir Ramadhan dan Sukses menunaikan Zakatnya. 

Baharrudin Ali Dane Ketua DPD LDII Kabupaten Pulau Taliabu mengatakan di bulan ramadhan merupakan bulan istimewa yang didalamnya Allah SWT memberikan pahala yang sangat besar kepada  hamba-hamba Nya yang mau memanfaatkan untuk melakukan kegiatan ibadah.

“Bagi umat muslim, bukan saja karena adanya kewajiban untuk melaksanakan puasa sebulan penuh. Namun karena Allah SWT juga menyediakan lipatan rahmat dan karunianya. maka dari itu jangan sampai warga LDII menyia-nyiakan kesempatan bulan Ramadhan ini “, Katanya. 

Baharrudin juga berharap kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh warga LDII namun bisa meluas keseluruh umat Islam yang ada di Kabupaten Pulau Taliabu agar bisa bergabung bersama-sama meraih 5 sukses ramadan.

“Saya berharap agar kegiatan  meraih 5 sukses ramadan ini tidak hanya dilaksanakan oleh  warga LDII namun bisa dilaksanakan khususnya seluruh umat muslim di Kabupaten Pulau Taliabu. kami selaku Ketua LDII juga mempersilahkan bagi umat muslim selain warga LDII untuk ikut bergabung meraih 5 sukses ramadan secara bersama-sama”, Harapnya.

Tidak hanya disitu Baharudin juga menjawab tentang isu miring tentang LDII.

“Isu-isu miring yang beredar di masyarakat tentang LDII diharapkan warga  tidak terprovokasi itu hanyalah Hoax atau berita bohong yang belum tentu kebenaranya, yang jelas kami membuka pintu lebar-lebar mempersilahkan siapa saja untuk beribadah bersama-sama, itu juga merupakan arahan dari DPP LDII”, Tegasnya. 

Adapun ajakan 5 sukses Ramadan baharudin  pun menjelaskannya satu-persatu.

Diharapkan  seluruh umat Islam mampu melaksanakan puasa sebulan penuh dengan sebaik-baiknya. Mengingat, puasa itu adalah perintah Allah secara langsung yang termaktub di dalam alquran surah Al-Baqarah ayat 183. Umat juga diingatkan untuk tidak merusak puasa dengan perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan puasa. Misalnya marah-marah, berdusta, dan berbicara/melihat gambar porno, berhubungan suami-isteri di siang hari. Makan dan minum dengan sengaja, dan Jika ini dilakukan, maka akan meyebabkan ibadah puasa seseorang hanya mendapatkan lelah menahan lapar dan haus. Sedangkan Allah tidak memberikan pahala kepadanya,” ucapnya. 

Umat Islam diajak untuk rutin melaksanakan Salat Tarawih di masjid secara berjamaah. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW ‘Man qooma romadoona iimaanan wahtisaaban ghufirolahu maa taqoddama min dzammbih’. Yang artinya ‘Barang siapa yang berdiri di Bulan Ramadan (sholat) karena dasar iman dan mencari pahala maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang terdahulu.

Ajakkan yang ketiga yaitu kepada kaum muslim untuk dapat membaca Al-Quran hingga khatam 30 juz. Sebab, jika ada orang yang membaca Al-quran di luar bulan Ramadhan dengan satu huruf Al-Quran. Maka akan mendapatkan sepuluh kebaikan dari Allah, apalagi membaca selama bulan Ramadhan. Tentu pahalanya lebih besar lagi. Oleh karena itu, dirinya mengajak untuk bersama-sama memperbanyak membaca Al-Quran.

Baharudin  juga menjelaskan tentang Lailatur Qodar. Jika seseorang sedang beribadah bertepatan saat turunnya malam lailatul qodar. Maka Allah akan memberi pahala kepadanya sama seperti orang yang beribadah selama seribu bulan. Jika dihitung-hitung, maka sama halnya beribadah selama 83 tahun lebih.

“Hal ini sesuai firman Allah yang tertera dalam Surah Al-Qodar ayat 3-5. Lailatul Qodar itu lebih baik dari pada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat beserta malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan, dan selamatlah mereka pada malam itu hingga terbit fajar. Untuk memperoleh itu, kebiasaan warga LDII yaitu melaksanakan i’tikaf di masjid-masjid dengan memperbanyak ibadah secara khusuk sembari mencari lailatul qodar di sepuluh malam terakhir”, Terangnya. 

Ajakan terakhir yaitu Zakat setelah puasa Ramadhan, Allah memberi kewajiban kepada hambanya untuk menunaikan zakat fitrah yang akan dibagikan kepada delapan golongan (asnaf). Yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, budak, musafir, ghorim (orang yang keberatan hutang) dan sabilillah. zakat fitrah harus dibayarkan sebelum umat Islam keluar rumah untuk melaksanakan Salat Idul Fitri. Maka pihaknya selalu mengingatkan kepada umat Islam pada umumnya, dan warga LDII pada khususnya agar tidak terlambat membayar zakat fitrah. Jika dalam keluarga ada lima orang, maka kesemuanya diusahakan dapat membayar zakat. Jika tidak mampu membayar, maka pengurus memberi pinjaman.

“Nantinya, keluarga tersebut diberi bagian zakat yang berlebih hingga mereka dapat mengembalikan pinjaman dan masih mempunyai persediaan beras untuk dimakan. Jangan sampai ada orang yang tidak membayar zakat fitrah. Pengurus masjid harus benar-benar mengontrol jangan sampai ada warganya yang tidak menyerahkan zakat”, Tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Open chat