Peringatan Hari AIDS sedunia

Bandung(1/12) Dalam 3 tahun terakhir ini, COVID 19 menjadi hal yang menggegerkan seluuh dunia. Tapi tahukah anda? Bahwa ada penyakit lain yang sempat menggegerkan seluruh dunia, salah satunya penyakit AIDS. Setiap tanggal 1 Desember ditetapkan sebagai World AIDS Day atau Hari AIDS Sedunia. Dikutip dari UNAIDS, tema peringatan Hari AIDS sedunia tahun ini adalah End Inequalities, End AIDS, End Pandemics.

Tema tersebut diusung mengingat masih banyak pengidap AIDS yang masih belum mendapat akses perawatan yang layak serta meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengidap AIDS untuk tetap menjaga protokol kesehatan dalam menghadapi pandemic COVID 19.

Sebelum menjelaskan jauh, tahukah anda apakah penyakit AIDS itu? Menurut emc.id, AIDS adalah kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. AIDS adalah suatu kumpulan gejala yang muncul ketika stadium infeksi HIV sudah mencapai tahap yang sangat parah. Biasanya kondisi ini ditandai dengan munculnya penyakit kronis lain seperti kanker atau berbagai infeksi oportunis yang muncul seiring dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh seseorang.

SEJARAH AIDS

Menurut Kompas.com, asal-mula kemunculan virus ini masih belum jelas, tetapi pertama kali diidentifikasi di Amerika Serikat pada 1981 di antara pria gay.

Namun tidak hanya gay, orang-orang dari jenis kelamin, usia, atau orientasi seksual apa pun dapat juga terinfeksi virus ini. Di banyak wilayah di dunia, wanita muda dengan orientasi heteroseksual, secara statistik, memiliki kemungkinan besar untuk tertular HIV. Tingkat infeksi yang tinggi juga berhubungan erat dengan pengguna narkoba dan pekerja seks.

Dikutip dari laman resmi Kemenko PMK, 7 Maret 2020, Ketua Panli HIV AIDS PIMS, Samsuridjal Djauzi mengatakan, kasus HIV pertama di Indonesia teridentifikasi pada 1986.

Pada tahun itu, ada laporan kasus seorang perempuan Indonesia di sebuah rumah sakit yang menderita HIV. Kemudian pada 1987 di Bali, terdapat seorang wisatawan asal Belanda yang meninggal karena HIV.

PENANGANAN AIDS DI INDONESIA
Dikutip dari Kompas.com, pemerintah telah mencanangkan strategi Fast Track 90-90-90 yang meliputi beberapa langkah, yaitu: 90 persen orang mengetahui status HIV melalui tes atau deteksi dini 90 persen dari ODHA yang mengetahui status HIV memulai terapi ARV 90 persen ODHA dalam terapi ARV (antiretroviral) berhasil menekan jumlah virusnya

Pemerintah juga telah melakukan akselerasi terapi ARV, dengan target pada 2020, sebanyak 258.340 ODHA bisa mendapat terapi ARV. Dari target tersebut, baru 50 persen atau 17 provinsi yang telah mencapai target ODHA on ART, yaitu Aceh, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Lampung, Babel, Jabar, Banten, Bali, NTB, NTT, Kalbar, Kalsel, Kaltim, Kalteng, Sulut dan Gorontalo.

AIDS DAN COVID

AIDS dan COVID adalah pasangan yang buruk jika di pertemukan. Karena pengidap AIDS apalagi yang memiliki masalah jantung atau paru-paru, termasuk golongan yang rentan terkena COVID dan kemungkinan akan menderita gejala yang lebih serius. Oleh karena itu, pengidap AIDS perlu memastikan bahwa mereka mendapat persediaan obat yang cukup serta tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

“As in the general population, older people living with HIV or people living with HIV with heart or lung problems may be at a higher risk of becoming infected with the virus and of suffering more serious symptoms. All people living with HIV should reach out to their health-care providers to ensure that they have adequate stocks of essential medicines.”-UNAIDS-

MITOS DAN FAKTA AIDS

Banyak mitos-mitos yang beredar dimasyarakat tentang AIDS. Mari kita bandingkan dengan faktanya. Dikutip dari emc.id dan idntimes, berikut adalah mitos dan fakta tentang AIDS :

Mitos: Seseorang yang positif HIV bisa terlihat dari anatomi tubuh atau kondisi fisiknya.

Fakta: Secara fisik dan perilaku, seseorang yang terinfeksi HIV masih tampak selayaknya orang yang sehat.

Mitos: Perempuan hamil yang terinfeksi HIV pasti akan menularkannya ke bayinya.

Fakta: Penularan HIV dari ibu ke anak merupakan penularan vertikal. Namun, risiko penularan dapat diminimalisir dengan segera melakukan usaha pencegahan. Faktanya, masih banyak kasus bayi lahir dengan sehat meskipun ibunya positif HIV.

Mitos: Pasien akan segera meninggal dunia setelah diketahui positif HIV.

Fakta: Banyak orang dengan HIV bisa hidup lama layaknya orang tanpa virus bila melakukan terapi dan pengobatan yang tepat secara berkala.

Mitos: Hanya hubungan intim yang bisa menularkan HIV.

Fakta: Walau risikonya rendah, seks atau hubungan intim secara oral dan anal serta pemakaian jarum suntik secara bergantian bisa berpotensi menularkan virus HIV.

Mitos: HIV hanya menyerang anak muda yang aktif memakai obat-obatan terlarang dan aktif melakukan hubungan seksual.

Fakta: Virus HIV bisa menyerang segala usia mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia.

Mitos: Kita bisa tertular HIV lewat berbagi makanan, piring, gelas, atau dudukan toilet dengan orang yang terinfeksi HIV.

Fakta: Virus HIV tidak bisa bertahan di luar tubuh dalam jangka waktu lama dan tidak bisa berpindah melalui proses berbagi alat makan, makanan, atau dudukan toilet.

Mitos: Nyamuk bisa menjadi media penularan HIV.

Fakta: Hingga saat ini, tak ada hasil riset yang membuktikan bahwa serangga yang telah mengigit penderita HIV dapat menularkannya kepada orang lain.

Mitos: ada pengobatan alternatif yang bisa menyembuhkan HIV secara efektif.

Fakta: HIV/AIDS tidak bisa disembuhkan karena belum ada obatnya. Namun, gejala penyakit bisa dikendalikan dan peningkatan sistem imun yang dilakukan lewat terapi ARV.

SUMBER

Rizal, Jawahir Gustav. Sejarah AIDS. Diperoleh dari :

https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/01/112500565/hari-aids-sedunia-1-desember-2020–tema-dan-sejarahnya?page=all (22 November 2021)

Kencana, Meirda Retna. Mitos dan Fakta AIDS. Diperoleh dari :

https://emc.id/id/care-plus/ini-7-mitos-dan-fakta-tentang-hiv-aids-yang-perlu-diketahui (22 November 2021)

Erni, Andreanyta. Mitos dan Fakta AIDS. DIperoleh dari :

https://www.idntimes.com/health/medical/erny/mitos-fakta-tentang-aids-yang-harus-kamu-ketahui-biar-nggak-gagal-paham/15 (22 November 2021)

UNAIDS. COVID 19 AND HIV. Diperoleh dari :

https://www.unaids.org/en/covid19 (22 November 2021)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat