Pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19

Sukoharjo (29/7). DPD LDII Kabupaten Sukoharjo menghelat pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19. Pelatihan ini ditujukan untuk relawan yang menangani jenazah Covid-19, yang meninggal saat isolasi mandiri (isoman).

Kabupaten Sukoharjo memiliki keterbatasan kamar rumah sakit, yang menyebabkan beberapa pasien covid-19 melakukan isolasi mandiri. Sayangnya ada beberapa yang meninggal saat melakukan isoman.

Untuk itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Sukoharjo H. Aris Hasyim berinisiatif mengadakan pelatihan pemulasaran jenasah pasien Covid-19 yang meninggal saat isoman, dengan total peserta pelatihan dari relawan sebanyak 34 orang.

Junaidi menyampaikan, kegiatan ini merupakan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo bersama LDII, juga aparatur Kecamatan Bendasari, Polsek Bendasari, Koramil, dan Rumah Sakit UNS Surakarta.

“Beberapa saat terakhir banyak warga yang melaksanakan isolasi mandiri dan ternyata ada beberapa yang meninggal. Sehingga perlu pemahaman untuk memandikan jenazah yang meninggal saat isolasi mandiri karena terpapar Covid-19,” ujarnya.

Pemateri pada kegiatan ini adalah Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Pemulasaran Jenazah Rumah Sakit UNS Surakarta yaitu dr. Adji Suwandono dan Heru Setiawan. Mereka adalah trainer untuk pemulasaran jenazah infeksius dari Rumah Sakit UNS bagian pemulasaran jenazah Covid-19.

Harapannya, relawan memahami cara pemulasaran jenazah yang meninggal saat isolasi mandiri. Setelah pelatihan ini, DPD LDII Kabupaten Sukoharjo juga menyiapkan baju APD level 3 bagi relawan putra maupun putri yang sudah dilatih. Dan baju APD level 2 untuk tim pemakaman jenazah Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat